BDK Manado Hadirkan Blended Learning untuk Tingkatkan Kualitas SDM
  • BDK MANADO
  • 3 Februari 2025
  • 21x Dilihat
  • Berita

BDK Manado Hadirkan Blended Learning untuk Tingkatkan Kualitas SDM

Bdk Manado - Humas: Balai Diklat Keagamaan (BDK) Manado kembali menggelar Blended Learning yang berlangsung pada 3 - 12 Februari 2025. Program ini menghadirkan tiga pelatihan utama, yakni Blended Learning Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) bagi Guru RA, Blended Learning IKM Mapel IPAS bagi Guru MI Angkatan 1, dan Blended Learning Hisyab Rukyat. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala BDK Manado, H. Muis Riadi, SH, M.Si pada Senin, 3 Februari 2025.

Peserta pelatihan berasal dari berbagai wilayah kerja BDK Manado, yang mencakup Provinsi Sulawesi Tengah, Provinsi Gorontalo, dan Provinsi Sulawesi Utara. Tidak hanya Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi juga tenaga non-ASN turut berpartisipasi dalam pelatihan ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah masing-masing.

Komitmen Meningkatkan Akses Pendidikan dan Pelatihan

Kegiatan diawali dengan laporan Ketua Kelompok Kerja Pelatihan, Irwan Muhammad, M.Si, yang memaparkan dasar hukum pelaksanaan Blended Learning. Irwan menjelaskan bahwa tujuan utama Blended Learning ini adalah memberikan akses pelatihan yang lebih luas bagi ASN dan non-ASN di wilayah kerja BDK Manado serta meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan melalui metode gabungan daring dan luring.

Dalam sambutannya, Kepala BDK Manado, H. Muis Riadi, menegaskan bahwa Blended Learning merupakan strategi awal BDK Manado di tahun 2025 untuk meningkatkan wawasan, keterampilan, dan sikap profesional para peserta.

"Blended Learning ini adalah bagian dari upaya kami dalam meningkatkan kualitas SDM di masyarakat, serta memastikan bahwa pelatihan dapat menjangkau peserta di daerah yang lebih luas, termasuk pelosok," ungkap Muis.

Gambar

Muis juga menekankan pentingnya membangun kebiasaan membaca untuk meningkatkan kualitas diri. "Saya berharap seluruh peserta tidak hanya pasif dalam pelatihan ini, tetapi aktif mencari ilmu, terutama dengan membaca. Dengan membaca, kita bisa menyegarkan otak, memperkuat kemampuan analisis, serta memperkaya wawasan," tambahnya.

Efisiensi Anggaran dengan Kualitas Tetap Terjaga

Selain sebagai upaya peningkatan kompetensi, Muis juga menjelaskan bahwa Blended Learning merupakan bentuk efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan. Metode ini memungkinkan lebih banyak peserta untuk mendapatkan pelatihan tanpa terbatas oleh jarak dan biaya perjalanan.

Sebagai penutup rangkaian acara pembukaan, dilakukan doa bersama yang dipimpin oleh Irfan Mointi, peserta dari Kementerian Agama Bone Bolango. Doa ini diharapkan membawa keberkahan, kelancaran, dan kesuksesan bagi seluruh peserta dalam mengikuti Blended Learning.

Dengan terselenggaranya Blended Learning ini, BDK Manado berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas SDM di wilayah Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Sulawesi Utara. Program ini juga diharapkan dapat menjadi solusi atas keterbatasan akses pendidikan dan pelatihan di daerah-daerah terpencil.